Mengurai Benang Kusut 3 Rahasia Ilahi
Tulisan ini saya terinspirasi dari bukunya Agus Mustofa sebagaimana judul di atas. Dari uraiannya saya menangkap tiga pesan yang sangat penting.
Pertama, Rahasia Lauh Mahfudh
Kedua, Rahasia Sunntullah
Ketiga, Rahasia Kehendak
Dzikir dalam pandangan Agus Mustofa diibarat search engine yang mengantarkan seseorang masuk ke jaringan infomasi Lauhul Mahfudh. Sedangkan Do’a bisa diibaratkan meng-copy data. Atau proses memilih barang belanjaan dari ‘menu’ yang tersedia di sana (h.220). Kalau diibaratkan belanja, kinilah waktunya untuk masuk ke dalam toko. Bukan hanya melihat dari etalase, tetapi pegang barangnya secara langsung agar tahu kesulitan dan kelebihannya.
Ya berdo’a adalah sebuah cara untuk memproses informasi-informasi Lauhul Mahfudh agar benar-benar menjad kenyataan hidup. Berdo’a adalah memilih dan menyebut apa-apa yang menjadi kebutuhan kita. Bisa dalam hati, bisa dalam perkataan atau langsung dalam perbuatan. Berdo’a adalah meminta sesuatu yang sebenarnya sudah ada dalam Lauhul Mahfudh. Menu-menunya sudah ada. Karena seluruh kejadian yang mungkin terjadi pada kita, sebenarnya sudah tercatat dalam daftar menu itu. Masing-masing pilihan memiliki konsekwensi tertentu. Kalau Anda belanja barang di toko, tentu Anda bisa memilih apa saja yang Anda mau. Tapi Anda juga harus melihat daftar harganya. Jangan-jangan uang Anda tidak cukup untuk membeli barang itu.
The Law of Attraction mengatakan, “barang siapa saja yang berpikir positif akan menarik hal-hal yang positif, sedangkan orang yang berpikir negatif akan menarik hal-hal yang negatif pula.”
Problem utamanya adalah, apakah Anda tahu apa yang di sebut pikiran positif dan negatif itu ? Di sisi lain hukum sunnatullah mengatakan bahwa Allah mengabulkan do’a asalkan mereka ikuti cara-Nya dan meyakini-Nya. Lihat misalnya, al-Baqarah;186. “Dan apabila hamba-hambaku minta kepada-Ku maka akan saya berkani permintaannya.
Sehingga dalam pandangan Agus Mustofa, The Law of Attraction adalah sebagian kecil hukum sunnatullah. Sebab mekanisme di alam ini bukan hanya hukum tarik-menarik, tapi ada hukum tolak-menolak. Ada resonansi yang bekerja sesuai dengan frekwensi. Ada inferensi yang bisa memperkuat gelombang yang terpadu atau mudah saling memadukan.
Selanjutnya tujuan utama kita masuk jaringan internet adalah men-download file-file yang kita inginkan. Dalam realitas yang sedang kita bicarakan, itu adalah proses untuk merealisasikan takdir terbaik yang kita inginkan. Ibaratnya, kita sudah browsing dengan cara dzikir. Kita juga sudah memilih file-file takdir yang kita maui dan meng-copy-nya. Akhirnya, tentu kita ingin mengambil file-file itu agar menjadi milik kita. Caranya, lewat syukur.
Istilah syukur bukan hanya alhamdulilah tapi lebih mendalam. Rasa syukur memiliki makna; ungkapan terima kasih dalam jiwa, dalam kata-kata dan terefleksi dalam perbuatan. Syukur yang demikian memiliki kekuatan yang sangat besar untuk mendorong terjadinya peristiwa-peristiwa susulan yang lebih berkualitas dibandingkan peristiwa yang telah kita alami dan sedang kita syukuri. Misalkan alat musik gitar. Kalau kita petik dua gitar yang sudah di stem sama, maka akan ikut bergetar. Ini yang disebut resonansi.
Syukur terkait erat dengan rasa (232). Bukan hanya pikiran atau ucapan. Melainkan totalitas antara pikiran, ucapan dan perbuatan. Apa yang kita pikirkan belum tentu apa yang kita rasakan. Apa yang sudah kita ucapkan pun, belum tentu apa yang kita rasakan. Bahkan apa yang kita perbuat, juga belum tentu apa yang kita rasakan. Sedangkan emosi yang dihasilkan dari peleburan ketiganya itulah yang akan menghasilkan rasa syukur. Ada yang menyebutnya sebagia feeling. Bukan sekedar thinking, speaking atau action. Selanjutnya apa kesuksesan itu ? I’lamu annamal hayatut dunya la’ibun (al-Hadid; 20-21). “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan.”
Bagaimana seseorang bisa meraih kesuksesan hidup yang sebenar-benarnya ? inilah model skenarionya, bisa diuraikan sebagai berikut:
- Hidup adalah drama yang dengan skenario raksasa.
- Skenario berjalan milyaran tahun
- Setiap generasi ada drama
- Setiap kita adalah aktor
- Skenario ceritanya sudah menjadi sebuah buku (langit-bumi)
- Skenario berbarengan dengan drama yang sedang berlangsung
- Setiap orang melintasi ruang kehidupan; mempertanggungjawabkan lakon.
- Informasi-informasi rahasia berasal dalam kitab induk.
- Semua pilihan peran ada di dalamnya
- Tidak semua aktor ulung
- Sang sutradara selalu aktif dibalik layar. Sutradara mengajarinya tapi ada juga yang tidak faham.
- Aktor yang sukses adalah yang cerdas belajar skenario.
- Aktor yang cerdas itu akan dinobatkan sebagai the best actris dari sang sutradara.
Jadi kesuksesan adalah bukan terpenuhinya segala ‘keinginan’ melainkan keberhasilan setiap kita dalam menjalankan peran yang diberikan. Sebab yang namanya keinginan tidak akan menggiring kita kepada kesuksesan yang sesungguhnya kecuali hanya fatamorgana hidup yang tidak ada habisnya (250-251).
Demikian buku Agus Mustofa, yang menurut saya sangat inspiratif dan sangat baik untuk mendidik kalbu yang gersang. Bagaimana menurut Anda ?
Stop..!!. Bisnis Reseller Tanpa Modal, Produk Organik Alami Back to Nature, Potensi Jutaan Seminggu Pendaftaran Gratis Mau? SELENGKAPNYA KLIK DISINI
Mengurai Benang Kusut 3 Rahasia Ilahi
Reviewed by Adhin Busro
on
21.32
Rating:

Post a Comment