Dari Indonesia untuk Kebangkitan Islam dan Keutuhan Dunia

Dari Indonesia
untuk Kebangkitan Islam dan Keutuhan Dunia

Saya katakan dengan tegas Indonesia harus dipertahankan. Kenapa demikian? Karena posisi dunia Islam yang lemah. Karena lemahnya itu kita jadi bulan-bulanan, dan ketika kita sibuk mengatasi kedzaliman orang lain. Kita tidak mengatasinya dengan membangun kekuatan dari dalam, tetapi langsung menghancurkan orang lain, dengan bom rakitan. Sejuta bom rakitan tidak mungkin menghancurkan mereka. Tetapi dengan membangun kualitas yang mencerminkan izzah (kemuliaan), saya kira ini yang harus dibangun.

Kalau dunia Islam masih dengan posisi yang lemah, dan kita sungguh tidak peduli dengan hal ini, saya kira kita berkhianat kepada cita-cita Rasul SAW, unutk menjadikan umatnya sebagai khoiru ummah (ummat terbaik). Saya kira misi yang ada di pundak kita bersama-sama adalah mewujudkan impian Rasulallah untuk mubahin fi kulli umam (membanggakan kalian semua atas umat-umat yang lain). Kalau kita tidak bisa menjadi kebanggaan Rasulallah, berarti kita memalukan beliau di depan para Nabi yang telah datang sebelumnya.

Dalam hal ini, di samping kualitas individu muslim yaang meningkat secara tajam, juga perlu ada satu ikatan kebersamaan yang kokoh. Dunia Islam sekarang lemah bukan hanya pada individu-individu perorangnya, tetapi juga pada individu-individu negaranya juga dalam posisi yang lemah. Hampir tidak ada negara Islam, yang tidak dibawa dominasi dan pendiktean pihak lain. Bahkan negara di dunia Islam yang paling kaya sekalipun, seperti Arab Saudi, justru sepenuhnya dibawah kendali pihak asing. Itu sejak abad ke-19, di bawah dominasi Inggris dan Prancis, dan sekarang sekaligus Amerika. Dan karena secara individu negara juga lemah, secara kolektif juga lemah, maka kita terbuka terhadap kedzaliman pihak lain seperti tidak ada proteksi apapun.

Misalnya saja, Korea Utara itu sudah lama punya senjata nuklir, Israel juga sudah punya senjata nuklir, karena senjata nuklir ini lambang kekuatan sebuah negara. Terhadap Korea Utara itu negoisasi yang terus diutamakan, bahkan dengan tawaran ganti rugi yang luar biasa. Ini tidak terjadi di Irak. Kenapa tidak seperti seperti di Irak, yang baru diduga sudah dihancurkan? Karena Korea Utara ada protektornya yaitu China, tidak mungkin AS menghancurkan Korea Utara, karena China siap membela kepentingannya. Tetapi negara-negara Islam seperti ada di tempat yang terrbuka, yang siapapun boleh menendangnya. Palestina sudah 50 tahun lebih, kemudian disusul dengan Afganistan belakangan, Irak menyusul, dan mungkin sebentar lagi juga Iran. Karena tidak ada satu negara pun dalam Islam yang cukup berwibawa dalam mengatakan “Amerika, jangan begitu, kalau anda melakukan itu, anda harus berhitung dengan saya” enggak ada yang dianggap berwibawa jika memang demikian.

Peradaban Barat sudah punya negara-negara yaang kokoh secara politik, ekonomi, militer ekonomi. Empat dari negara yang memegang hak veto itu adalah Barat, yang rumpunnya adalah peradaban Yudeo Kristianisme. Peradaban China,  Buddhisme, sudah punya senjata nuklir, ini Islam yang punya senjata nuklir baru satu, itu Pakistan, dan itupun hadiah dari Amerika untuk menjaga keseimbangan dari pengaruh India. Jadi bukan untuk kepentingan Pakistan, tetapi untuk kepentingan Amerika.

Satu-satunya negara yang mampu menjadi superpower dunia Islam, dan ini mutlak perlu supaya ada kewibawaan, kiranya hanya Indonesia. Paling tidak karena lima keunggulannya.  Pertama, wilayahnya paling luas diantara seluruh negara Islam, seluas Eropa, letaknya juga sangat srategis, 2/3 dari pelayaran kapal perang dan dagang lewat selat Malaka.

Kedua, kekayaan alam Indonesia juga luar biasa, sekarang ada ditemukan --sebetulnya sudah lama, tapi baru dibuka-- sumber energi panas bumi, yang tidak akan perrnah habis, dan itu terbarukan terus menerus dan itu bisa mencukupi hampir dua kali pada kebutuhan energi nasional. Di samping kita juga punya hutan, kalau Arab punya minyak tetapi kita juga punya hutan, kita juga punya kekayaan laut yang luar biasa. Dari laut Arafuru saja yang dicuri satu tahun adalah sekitar 4 M dollar atau sekitar Rp 40 Triliyun. Itu yang dicuri dari satu titik saja.

Ketiga, Indonesia adalah negara yang penduduk muslimnya terbesar di seluruh dunia. Dan yang keempat, Indonesia dianggap negara yang paling siap, untuk mengikuti tata peradaban modern. Itu dengan demokrasi yang dianggap paling matang, meskipun kita lihat dan merasakan masih begitu banyak masalah, tetapi tetap dianggap yang paling maju, karena memang masa depan peradaban modern ya peradaban syuro bay nahum, bukan hanya ditangan segelintir penguasan saja. Itulah tatanan demokrasi.

Tetapi lima keunggulan tadi semua bermasalah. Wilayah yang luas terus diguncang dengan disintegrasi. Teritorial baru belakangan agak tenang, seperti Aceh dan Papua, tetapi punya potensi api dalam sekam terutama bagi Papua.  Letak yang sangat strategis juga belum punya makna, karena hanya menjaga selat Malaka saja itu dibutuhkan 30 kapal Pregag, Indonesia hanya punya tiga buah kapal. Itu pun sudah tua. Selebihnya punya Singapura, Malaysia dan Thailand. Sehingga meekalah yang menikmati keunggulan. Kita hanya bisa menikmati separuh sebelah Barat. Kita kehilangan keunggulan separuhnya.

Kekayaan yang luar biasa melimpah,  juga ternyata bermasalah serius karena korupsi yang masyaa Allah parahnya. Korupsi di negeri ini bukan hanya dikorup dari tangan rakyat lalu disimpan di dalam negeri, tetapi dikorup dan disimpan di luar negeri. Sehinngga dosanya dosa berlipat, yang pertama dosa korupsi, yang kedua dosa menaruh kekayaan rakyat di tangan asing.

Kemudian kekuatan Umat Islam Indonesia yang merupakan yang terbesar di dunia juga bermasalah. Ini baik secara kuantitas, kemanusiaannya maupun visinya ideologinya juga sedang bermasalah. Demokrasi juga dalam ancaman yang mulai serius karena muncul dan menguatnya sikap antagonisme keyakinan, sikap keberagamaan yang sombong, sikap keberagamaan yang tidak rendah hati, sikap keberagamaan yang lebih suka menuding orang lain. Berbeda sedikit, lemparkan ke neraka. Ini juga ancaman keunggulan Islam di Indonesia saat ini.

Bagi umat Islam, tentu saja ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Karena Indonesia bukan hanya negara yang penduduknya Islam, karena sekali lagi negara lainpun memandang dan mendefinisikan Indonesia seperti itu. Islam yang berkembang asal mulanya di Indonesia adalah yang semula saya katakan adalah yang rendah hati, yang mampu melihat ada orang lain juga, meskipun agama berbeda keyakinan berbeda, kita tidak berhak menghabisi mereka. Orang yang paling kafir pun boleh hidup di bumi ini, barangkali karena kita sejak kecil diajari makna Ar-Rohman dan Ar-Rohim. Itu ketika kita ngaji pada Kiai kita di kampung, memberi makna Ar-Rohmaan itukan yang Maha Welas Asih Dunia dan Akhirat, kepada siapapun, orang kafir dan mukmin. Dalam hal ini, orang kafir berhak menghirup udara Allah, berhak menginjak bumi Allah, juga berhak meneguk airnya Allah SWT.  Bahwa nanti karena keimanannya, kekafirannya, itu akan diperlakukan berbeda, itu urusan nanti di akhirat. Saya kira makna yang tidak kita sadari sejak kecil itu sesungguhhnya bermakna cukup dalam. Karena bermakna bahwa kita tidak boleh mendiskriminasikan orang lain hanya karena perbedaaan agama, apalagi hanya beda sub keyakinan agama.

Tetapi paham yang damai dalam beragama kini dalam ancaman. Karena tumbuhnya fundamentalisme, ekstrimisme dan radikalisme. Umat beragama lalu penuh dengan klaim kebenaran untuk dirinya sendiri sekaligus diikuti dengan tudingan kepada pihak lain sebagai orang yang tidak berhak hidup di bumi Allah ini. Kalau ini terus berkembang, maka, bisa dipastikan Bhinneka Tunggal Ika, baik dari sudut agama, keyakinan, tradisi, suku, itu juga akan pecah berkeping-keping, dan ketika Indonesia pecah, habislah harapan dunia Islam, untuk adanya negara yang kuat dan berwibawa di mata Internasional. Karena negara Islam yang lain di luar Indonesia adalah negara-negara yang belum bisa menjadi negara super power. Mungkin secara keseluruhan Arab bisa, tetapi Arab bisa diyakini sampai kapanpun tidak akan pernah bersatu. Ini sekali lagi Indonesia, kita semua memegang harapan masa depan kedamaian dunia.

Jadi bukan hanya kepentingan umat Islam Indonesia kokoh, tetapi juga kepentingan dunia Islam secara keseluruhan sangat membutuhkan Indonesia yang kokok dan maju, dan itu ada di pundak umat Islam, dan kalau kita runut, pundak umat Islam yang memikul tanggung jawab itu adalah pundak umat Islam yang moderat. Mudah-mudahan NU masih memikul tanggung jawab ini.

Memang ada masalah di dalam moderasi, biasanya moderat itu seolah-olah ada penyakit bawaan, untuk tidak militan. Moderat tetapi militan itu kayaknya aneh? Kayaknya aneh, karena dua hal yang tidak pernah atau sulit ketemu. Mungkin karena militan cenderung kita artikan sebagai bertindak secara fisik dan keras. Padahal militansi itu tidak sesederhana itu, militansi adalah istiqomah, dan percaya diri terhadap apa yang kita yakini, hanya minus menuding orang lain saja. Yang perlu dicatat adalah, kadang-kadang sifat moderasi seperti juga seringkali melakukan kekerasan, tapi kekerasan by omission di dalam istilah sekarang ini. Yaitu kekerasan karena membiarkan pelaku-pelaku kekerasan memainkan kekerasannya.

Stop..!!. Bisnis Reseller Tanpa Modal, Produk Organik Alami Back to Nature, Potensi Jutaan Seminggu Pendaftaran Gratis Mau? SELENGKAPNYA KLIK DISINI

Dari Indonesia untuk Kebangkitan Islam dan Keutuhan Dunia Dari Indonesia untuk Kebangkitan Islam dan Keutuhan Dunia Reviewed by Adhin Busro on 11.05 Rating: 5

Tidak ada komentar

Post AD