Ramalan Kebangkitan Islam dari Timur Jauh

Assalamu alaikum. Sesuatu yang di sebut sebagai ramalam seringkali menghebohkan. Bahkan
membuat bisa membuat guncang sesuatu negara. Contoh klasik yang mungkin
sudah pernah kita baca ialah ditangkapnya Bung Karno Tahun 30 an.

Penulis Jerman Bernard Dahm percaya bahwa Belanda menangkap Bung Karno
bukan karena pidato pidatonya yang membuat panas telinga, tetapi karena
Peningkatan Jumlah Anggota PNI yang luar biasa pada waktu itu, setelah
Bung Karno dalam kursus kursus nya mulai membahas tentang "Perang
pasifik" di tahun 30 an, yang oleh masyarakat dikaitkan dengan ramalan
Joyoboyo. Bertahun tahun PNI "berdakwah" dan membuat kursus kursus, baru
saat itulah pengikutnya meningkat luar biasa. penangkapan inilah yang
memunculkan pembelaan yang terkenal dengan "Indonesia Menggugat".

Silakan melihat ke bukunya pak Bernard Dahm yang judulnya saya lupa. Ada
terjemahan bahasa indonesianya kok.

Dalam Islam sendiri, karena RasulNya sudah di deklarasikan oleh Tuhan
sendiri sebagai Rasul terakhir, maka beliau harus memberikan bekalan
agar ummatnya mendapatkan panduan setelah beliau wafat. Panduan itu bisa
berupa hadist2, bisa berupa ilham2 kepada orang orang yang memang beliau
tunjuk.

Petunjuk dalam hadist ini sendiri memiliki dua fungsi :
1. Sebagai panduan melihat situasi zaman sesudah Rasulullah Wafat.
2. Sebagai pendorong perjuangan, bahwa perjuangan islam ini selalu nya
adalah perjuangan
yang dijanjikan kemenangannya oleh Tuhan.

Karena yang berjanji adalah Rasulullah, yang lisannya benar dan lagi di
benarkan oleh Tuhan. Dengan demikian diharapkan ummat islam di setiap
massa terpacu untuk MEREBUT janji Tuhan tersebut di tangan mereka.Atau
dengan kata lain, "mudah mudahan Qadha Tuhan ini menjadi Qadar di tangan
mereka".

Contoh hadist Nabi SAW yang cukup populer ialah :

"Konstantinopel (Istambul) akan jatuh di tangan seorang pemimpin
sebaik-baik pemimpin, rakyatnya sebaik-baik rakyat dan tentaranya
sebaik-baik tentara". (Hadist)

Dalam sabdanya ini, Rasulullah tidak menyebutkan Tahunnya. Oleh
karenanya para sahabat pun berlomba lomba mewujudkan janji Tuhan ini di
tangan mereka. Mereka berharap, mudah mudahan merekalah sebaik baik
pemimpin itu, yang memimpin sebaik baik tentara dan sebaik baik rakyat itu.

Salah seorang sahabat nabi yang pertama kali berusaha mewujudkan janji
ini adalah Abu Ayub Al Anshari RA. Beliau adalah seorang yang sudah
berumur 80 tahun ketika mencoba merebut konstantinopel itu. Dan walaupun
janji itu tidak terwujud di tangannya, beliau syahid di tepi benteng
konstantinopel. Setelah beliau pun, masih banyak lain para pejuang yang
berusaha mewujudkan janji Tuhan tersebut.

Pada tahun 1400-an, seorang Syeikh tarikat Naqsyabandiyah di Bukhara
mengirimkan muridnya, Syamsudin Al Wali untuk datang ke Bursa (240 km
dari Istambul) yang merupakan tapak dari kerajaan Othmaniah. Karena
keagungan akhlaknya dan ketinggian ilmunya, Syamsudin Al Wali menjadi
ulama yang dipercaya oleh Sultan Murad II. Pada suatu hari di tahun 1432
Sultan Murad II berkata pada Syamsudin Al Wali : "Doakan saya agar dapat
menaklukkan Konstantinopel!".

Saat itu Syamsuddin Al Wali berkata : "Bukan engkau yang akan
melakukannya, tetapi anakmu yang masih dalam buaian itu", kata
Syamsudin Al wali sambil menunjuk kepada Muhammad Al Fateh yang masih
dalam buaian. Mendengar kata-kata ini Sultan Murad II pun menyerahkan
anaknya untuk dididik oleh Syamsudin Al Wali.

Hasil didikan ini telah menjadikan beliau seorang yang mempunyai
kepribadian yang unggul : sangat bertaqwa dan pakar dalam bidang
pemerintahan dan peperangan. Akhirnya sejarah telah mencatat bahwa pada
hari selasa tanggal 29 Mei 1453 pagi hari, Sultan Muhammad Al Fateh dan
tentaranya yang mempunyai gabungan kekuatan lahir dan taqwa, berhasil
menguasai Konstantinopel.

Setelah "Project Constantinople" ini selesai dan Konstantinopel jatuh ke
Tangan Islam, para Pejuang Pejuang Islam pun berusaha mewujudkan janji
Allah yang lain, yang di sebutkan oleh Rasulullah SAW yaitu Hadist akan
munculnya "Panji Panji Hitam dari bumi sebelah timur".

Pada saat yang hampir bersamaan dengan dikirimnya Syamsudin Al Wali ke
Turki, seorang ulama lain dari Bukhara bernama Syeikh Jamalludin Jumadil
Kubro mengirimkan anaknya Syeikh Ibrahim Samarkandi (sekitar tahun
1400-an juga) untuk berdakwah di Timur. Perjalanan ini dimaksudkan untuk
membantu mempersiapkan Kebangkitan Islam di Timur tersebut.

Di manakah Timur yang dimaksud hadist nabi tersebut? Apakah di Jepang?
Korea?, Vietnam? Australia? Dengan berpandukan kepada ilham yang
diterima ayahnya, Syeikh Ibrahim Samarkandi pergi menuju Asia Tenggara.
Beliau menjumpai ternyata penduduk Timur (Asia Tenggara) masih beragama
selain islam. Beliau sadar bahwa bukan di zamannya lah Islam akan
gemilang di Timur seperti yang dimaksud hadist nabi, dan peran beliau
sebatas mengislamkan Timur. Mula-mula beliau sampai di Campa (termasuk
wilayah Kamboja atau Thailand). Lalu beliau berdakwah kepada Raja Campa
yang kemudian masuk Islam. Beliau dinikahkan oleh raja Campa tersebut
dengan puterinya Dewi Candrawulan. Sedangkan puteri lainnya Dewi
Dwarawati dinikahkan dengan Prabu Brawijaya. Dari hasil pernikahan
Syeikh Ibrahim Samarkandi dengan Dewi Candrawulan, lahirlah Raden Rahmat
(tahun 1401) dan Raden Santri.

Pada tahun 1420-an kerajaan Majapahit ditimpa penyakit sosial yang
kronis : perampokan, korupsi, dll bentuk kejahatan yang sangat
meresahkan masyarakat. Atas saran permaisuri Dewi Drawawati, Prabu
Brawijaya memberi mandat kepada Raden Rahmat untuk menyelesaikan
penyakit-penyakit masyarakat yang meninpa tidak hanya anggota masyarakat
biasa tetapi juga kaum bangsawan dari kerajaan Majapahit. Dengan
cara-cara Islam beliau telah berhasil menyembuhkan penyakit masyarakat
tersebut dan mulai banyak orang yang masuk Islam. Karena keberhasilan
ini beliau diberi hadiah tanah di Ampel. Disitulah beliau memusatkan
kegiatan dakwahnya yang kemudian terkenal ke seluruh Nusantara. Beliau
digelari orang Sunan Ampel. Sedang Raden Santri memusatkan dakwahnya di
Nusa Tenggara Barat.

Untuk memudahkan program dakwah, Sunan Ampel menikah dengan puteri raja
Majapahit yang benama Dewi Candrawati. Dari pernikahan mereka lahirlah 6
orang anak yaitu : Sunan Bonang (anggota Wali Songo juga), Sunan Dradjad
(anggota Wali Songo juga), Sunan Lamongan, Siti Mutmainnah (dinikahkan
dengan anggota wali Songo Sunan Gunung Jati), Siti Alwiyyah (dinikahkan
dengan muridnya yang juga anggota wali Songo Sunan Kudus) dan Siti
Asyilah (dinikahkan dengan muridnya Raden Patah, raja Islam Demak yang
pertama). Raden Patah merupakan anak dari Prabu Brawijaya dengan Dewi
Kian (puteri Raja Cina). Keturunan Raden Patah dengan Siti Asyilah
inilah yang kemudian menurunkan Joko Tingkir.

Sunan Ampel juga menikah dengan puteri bangsawan Majapahit yang bernama
Siti Karimah. Dari hasil pernikahan ini lahirlah Dewi Murtasiah
(dinikahkan dengan muridnya yang juga anggota wali Songo Sunan Giri) dan
Dewi Mursimah (dinikahkan dengan muridnya yang juga anggota wali Songo
Sunan Kalijaga). Sedangkan Sunan Muria merupakan anak dari Sunan
Kalijaga dengan isterinya yang lain yaitu Dewi Saroh.

Selain Syeikh Ibrahim Samarkandi, ulama-ulama lain yang membaca hadist
Nabi tentang Kebangkitan Islam di Timur mencoba mengislamkan Timur.
Dengan berpandukan pada ilham yang diterima mereka atau guru mereka,
mereka pergi menuju ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia & Malaysia.
Mereka diberi ilham oleh Allah bahwa Timur adalah Nusantara, bukannya
Jepang, Korea, Vietnam atau Australia. Tidak terlintas dalam benak
mereka untuk kembali ke negera asal mereka atau meminta dikuburkan di
negara asal mereka bila mereka meninggal dunia. Kalaulah mereka tidak
dapat menyaksikan kebangkitan Islam di akhir zaman yang berlaku di Timur
itu, sekurang-kurangnya kubur mereka menyaksikannya.

Di antara ulama yang datang ke Timur adalah : Syeikh Maulana Ishaq dari
Bukhara Samarkand. Beliau berdakwah di daerah Pasai (Aceh) dan pernah
datang ke kerajaan Blambangan di Jawa Timur untuk berdakwah di sana.
Beliau berhasil mengislamkan daerah Timur Pulau Jawa dan menikah dengan
puteri dari raja Blambangan (Prabu Minak Sembuyu, masih keturunan raja
Majapahit Hayam Wuruk) yang bernama Dewi Sekardadu. Dari hasil
pernikahan ini lahirlah Sunan Giri yang sejak kecil merupakan murid dari
Sunan Ampel. Ketika dewasa Sunan Giri dan Sunan Bonang diperintahkan
oleh Sunan Ampel untuk belajar dengan Syeikh Maulana Ishaq di Pasai.

Ulama lain yang datang ke Timur pada tahun 1400-an adalah : Syeikh Ahmad
Jumadil Kubro dari Mesir (wafat di Mojokerto jawa Timur), Syeikh
Muhammad Al Maghribi dari Maroko (wafat di Klaten Jawa Tengah), Syeikh
Malik Israil dari Turki (wafat di Cilegon), Syeikh Hasanuddin dan
Aliyuddin dari Palestina (wafat di Banten), Syeikh Subakir dari Persia
dan Syeikh Maulana Malik Ibrahim dari Turki. Syeikh Maulana Malik
Ibrahim merupakan anggota dan sesepuh Wali Songo yang memusatkan
dakwahnya di Gresik. Beliau merupakan orang pertama yang mengajak raja
Majapahit Prabu Brawijaya untuk masuk ke dalam Agama Islam. Beliau
seorang ahli tata negara yang mempunyai pengalaman dakwah di Turki dan
Gujarat.

Sejarah telah mencatat bagaimana dengan menggunakan strategi yang jitu :
"mengambil ikan tanpa membuat airnya keruh", Wali Songo telah berhasil
mengislamkan Nusantara,khususnya Pulau Jawa, sehingga saat ini Nusantara
merupakan negera yang berpenduduk muslim terbesar di dunia. Usaha
penjajah belanda yang selama 350 tahun berusaha mengajak mereka pindah
agama ke agama penjajah ternyata telah gagal total. Padahal ditempat
lain usaha mereka telah berhasil menghancurkan Islam di Spanyol dan saat
ini di Turki (melalui sekularisasi). Ini merupakan satu bukti bahwa
Timur memang dijanjikan Allah untuk tempat bangkitnya Islam di akhir zaman.

Selain itu, sejarah ini juga menjadi bukti bahwa datangnya Islam ke
Nusantara bukanlah semata mata tersebar secara tidak sengaja karena
datangnya pedagang2 islam dari gujarat, seperti yang telah diceritakan
oleh Penjajah Belanda itu kepada kita. Datangnya Islam datang ke
Nusantara ini adalah bagian dari suatu rencana besar Tuhan, yang
dieksekusi secara terstruktur dan terinci orang orang Nya, Wali Wali
nya. Pihak penjajah pun tahu dengan detail akan hal ini, karena
kedatangan mereka pun sebenarnya bukanlah karena rempah rempah belaka,
sebagaimana yang tertulis di buku2 sejarah kita :-)

Wallahu A'lam


Stop..!!. Bisnis Reseller Tanpa Modal, Produk Organik Alami Back to Nature, Potensi Jutaan Seminggu Pendaftaran Gratis Mau? SELENGKAPNYA KLIK DISINI

Ramalan Kebangkitan Islam dari Timur Jauh Ramalan Kebangkitan Islam dari Timur Jauh Reviewed by Adhin Busro on 22.41 Rating: 5

17 komentar

  1. Merinding saya baca nya,sungguh skenario maha besar dari yang maha besar.
    tak ada satu mahlukpun yang akan bisa mengubah nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fenomena yang menarik, sekaligus mendebarkan. Suatu kenyataan bahwa saat ini gairah kebangkitan Islam Indonesia telah di yakini oleh banyak kalangan Muslim, yang akan terjadi dalam waktu yang dekat.

      Bahkan selain Dr. Yusuf Qardhawi ada banyak ulama Timur Tengah yang secara sengaja datang ke Indonesia untuk mengatakan kepada dunia Islam "Save Indonesia". Selamatkan Indonesia dari campur tangan barat. Secara nyata kami melihat bagaimana ulama dari Timur Tengah tersebut berpidato di Masjid Istiklal ba'da Jumat dan mengatakan, "Bersatulah Indonesia, Bersatulah Muslim seluruh dunia, sambut kebangkitan Islam, seperti yang di janjikan Rosulullah. Kebangkitan Islam sekali lagi.

      Sebagai Muslim, ayo setiap diri untuk berjuang ke arah hal tersebut dan memenuhi sunnatullah akan kebangkitan agama ini.

      Hapus
  2. Bismillah
    Doakan saya salah satu yang turut andil besar yang akan mengukir sejarah Kebangkitan Islam ke 2.
    Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin.. Doakan saya hal yang serupa

      Hapus
    2. orangnx sdh ada..tapi asing ditegah2 ummat islam..bahkan Andapun belum tentu percaya jika melihatnx sekilas..

      Hapus
  3. YANG JELAS KALO SEANDAINNYA PEMERINTAH INDONESIA
    MEMEGANG HUKUM ISLAM YG SEBENARNYA

    PERCAYA DEH
    BNYK ORANG2 INDONESIA YG MUSLIM
    YG RELA DI KIRIM UNTUK BERPERANG MENOLONG SAUDARANYA DI NEGERI SANA

    BalasHapus
  4. ...SEJARAH KEMASUKAN AGAMA ISLAM KE NUSANTARA...

    Agama Islam dibawa masuk keNusantara dlm 2 peringkat :

    (1) GELOMBANG PERTAMA : Pertama2 Agama Islam dibawa masuk oleh 7 Sayyedina dari Nasab Al-Hussein AS. Merekalah 7 beradik Ahlulbait Nabi keluar dari Mekah, belayar berhijrah menuju keNusantara. Kedatangan mereka keNusantara sekira2 setelah 88 tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW. DiAlam Wali ketujuh2 mereka itu dinamakan Wali 7 Nusantara. Merekalah yg pertama2 mengajar dan menyebarkan Agama Islam keNusantara hingga keChina. Sejarah Nusantara tidak pernah menceritakannya. Kenegeri2 manakah pertaburan 7 beradik Sayyedina itu...???

    (2) GELOMBANG KEDUA : Beberapa ratusan tahun kemudian, baru disusuli pula kemasukan Islam pada peringkat kedua. Diketuai oleh Maulana Magribi ato Malek Ibrahim As-Syariff dari Nasab Al-Hassan. Hingga ujudnya Para Sunan yg 9, maka dinamakan mereka itu Wali 9 ato Wali Songo diTanah Jawa. Maka sejarah dan perkembangan Wali 9 itu ada dicatitkan dlm sejarah Nusantara. Maka yg dimahsyurkan disebut2 disanjong tinggi adalah Wali 9/Wali Songo Tanah Jawa, sebagei pengembang Agama Islam diNusantara...

    Antara Wali 7 dgn Wali 9 itu apakah bedanya..?? Bayangkan dulu jarak masa kebangkitan mereka ratusan tahun jauh bedanya. Dari talian Nasab mereka sudah jauh bedanya. Dari bidang hak milik "Kitab Pusaka Nabi" antara mereka juga ngak sama. Dibilang orang : Lembu yg ampunya susu, kenapa sapi pula yg mendapat nama? Sayyedina yg ampunya Berkat dan Karamah, koq kenapa As-Syariff pula yg mendapat nama? Kata Sang Raja Wali : Wali 9 itu hanyalah menumpang Berkat dan Karomah dari Wali 7 Nusantara...

    .....Wallahu'alam Wassalam.....

    BalasHapus
  5. PUTRA BANI TAMIM
    DEKLARASI PERANG KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    TERHADAP DAJJAL- NKRI
    https://twitter.com/amrikgmdim/status/661512635762892801

    BalasHapus
  6. Menanti saat kita saling bertatap mata, saling menemukan satu sama lain, seolah kita mengerti tentang hakikat yang sedang terjadi tanpa ada kata yang terucap di antara kita, jemari2 kita saling erat seerat2nya satu sama lain, kita mengerti apa yang harus kita lakukan.. ketulusan yang mempersatukan kita, inshaAllah Amin yra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami akan mengikuti langkah awal tersebut yang akan menjadi petunjuk kami yang terakhir di dunia dan menjadi amal kami diakhirat. insya Allah dan bizdnillah. semoga islam di indonesia menjadi suatu hal yang teristimewa di belahan bumi Allah ini..kami sami'na wa atha'na. bizdnillah. mereka hendak akan memadamkan cahaya Allah SWT namun akan tetapi hal tersebut tidaklah akan membuahkan hasil,karena para-para singa mujahidin Allah Robbul izzati akan menjadi para tentara Allah swt yang akan menebarkan rahmatallill'alamin dengan panji bendera rayyan nya yang akan membumi suatu hari nanti..insya Allah Bizdnilllah.

      Hapus
  7. Kalau semu mengharapkan akan lahirnya kebangkitan Islam dari Negri yang kita cintai ini maka Jauhkanlah dari persoalan Furruiyyah, karena furuiiyah ini adalah sarana imprialis untuk memecahbelahkan belah ummat. Kalau memang semua mengharapkan kedatangan kebangkitan Islam di bumi ini mari kita cintai,dan rattil Al Quran ini biar Alquran ini menjadi pandangan dan sikap hidup kita sehar hari...Jangan dulu berfikir jihad keluar, jangan berfikir ingin membom bangsa kita sendiri, jihadlah waktu dan fikiran kita untuk mempelajari Al Quran, biar Al Quran ini jadi pandangan dan sikap hidup kita, anak anak kita, istri istri kita dan kerabat kita yang terdekat. bayangkan kalau dalam satu desa ada 1000 kk x 4 orang jdai berapa yang sibuk berbuat berdasar Al Quran, terus kita kalikan berapa desa,kecamatan,kabupaten provinsi. Nah saat itulah kebangkitan Quran ini akan muncul dengan sendirinya. Yang terpenting sekarang Kuu anfusakum waahlikum naaran.

    BalasHapus
  8. Ini mengisyaratkan islam di nusantara akan besar & kuat,seluruh tanah nusantara akan di islamkan dg kebangkitannya Sebelum akhirnya panji2 hitam pasukan nabi dr timur ini akan mengislamkan seisi dunia dg kebajikannya, amiin. Fa insyallah..

    BalasHapus
  9. Start with Al-Maidah 51...

    BalasHapus
  10. Para ulama, syeihk yang datang ke dunia Timur karena Allah, menagih janji akan kebangkitan Islam dari arah Timur, dan ternyata mereka harus bekerja keras, ibarat bagunan itu peletakan batu pertama dan pondasi dan kini bangunan itu sudah berdiri kendati kubur mereka disaksikan dan menyaksikan kebangkitan Islam, maka sesungguhnya mereka telah melakukan apa yang dijanjikan Allah SWT melalui Rsulullah SAW, karena itu kita wajib ikhlas sekiranya bukan kita yang dipilih, tetaplah kita berjuang sekuat tenaga dengan persiapan dan persatuan, ikhlas seperti para ulama itu yang hakikatnya Allah SWT telah menunjuk hamba-hambanya yang berjuang itu sebagai pemegang panji-panji. Ikhlas berjuang karena Allah SWT. Terima kasih kepada para alim ulama bahwa kita telah muslim (seakan masuk ke dalam perahu Nabi Nuh AS)

    BalasHapus

Post AD